Dari Pesantren & Kampus

Jadwal Shalat

Statistik

Posted by & filed under . | 154,901 views

Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’ alaikum wr.wb.

Pengunjung warungustad.com yang terhormat, sesuai dengan saran beberapa orang yang sudah melihat situs ini, dan memang sudah menjadi rencana kami ke depannya. Kami membuka forum konsultasi atau Tanya-Jawab seputar masalah keislaman, baik Aqidah, Fiqh, Hadis, Sirah dst.

Kami berharap, pertanyaannya realistis dan tidak mengada-ada, atau hal yang menjadi fitnah dan permusuhan serta kedengkian. Situs ini dimaksudkan untuk mencerdaskan ummat, mengajak mereka bersatu wa ta’awanu ala al-birri wa al-taqwa. dan watawasau bi al-haqqi watawasau bi al-sobri.

Semoga Bermanfaat adanya.
Wassalam

DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA

1,981 Responses to “Tanya-Jawab”

Berikan komentar

  • (will not be published)

  1. S.A.Prabowo

    Asswrwb,
    Saya sudah download Al Quran Al Hadi tetapi audionya terhapus saat hpnya error,
    Saya download ulang tapi ada masalah disaat unduh audio ada kata2: error:10 exception.java.net. dan seterusnya.gimana ya solusinya ustadz?
    Wasswrwb.SA.Prabowo.

    Reply
  2. S.A.Prabowo

    Asswrwb,
    Saya sudsh download Al Quran Al Hadi tetapi audionya terhapus saat hpnya error,
    Saya download ulang tapi ada masalah disaat unduh audio ada kata2: error:10 exception.java.net. dan seterusnya.gimana ya solusinya ustadz?
    Wasswreb

    Reply
  3. Erni

    Assalamualaikum
    jadi ustad seandai nya nanti di pengadilan hakim memutuskan talak 1 kepada saya,secara agama ustad menyebutkan telah jatuh talak 3,kami tidak dapat rujuk kembali ya?
    Saya masih bingung mana pendapat yang paling kuat dan benar, sebagian berkata jatuh talak 1 karena talak tidak bisa dijatuhkan 3 sekaligus, sebagian berkata jatuh talak 3.

    Reply
  4. yoris pelis

    Assalamuallaikum ustadz\ustadzah saya mau menanyakan
    Pada waktu itu saya dan ibu saya lagi makan di ruang makan dan langsung saja dia mengatakan bahwa saudari saya auraniraodah nilai sekolah nya lebih tinggi dari saya dan saya langsung bilang bahwa lebih cantik si pulan dari pada ibu.sebenarnya tentang ibu saya yang membandingi saya dengan auraniraodah sudah lama dan sudah saya sabar setelah itu ibu saya marah marah dan menyumpahi saya saya akan mati besok tabrakan.pertanyaan nya apakah sumpah terbsebut akan di jabar oleh Allah Swt?

    Reply
  5. rosliza

    assalamualaikum…ustaz..bolehkan pembahagian harta pusaka dilakukan seandainya ada diantara waris yang tidak dapat hadir semasa hari pembahagian harta

    Reply
  6. Taufik Akbar

    Your Comment here…Assalamualaikum wr wb ustad.saya ingin bertanya.saya punya kebiasaan yang orang lain mungkin tidak mengerti hati kecil saya.orang sering menilai bahwa saya itu sombong,angkuh,pendiam dan lain2.tp didalam hati kecil saya tidak ada setitikpun rasa menyombongkan diri dan saya pun takut dilaknat ALLAH SWT.karna prinsip diri saya “lebih baik diam dari pada berbicara tiada manfaatnya”tapi orang menganggap saya tidak bisa bergaul/bermasyarak.mohon solusinya ustad?

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Anda tidak berdosa. Namun sebaiknya bergaulah dengan orang sewajarnya tanpa menimbulkan dosa. karena biar bagaimana pun anda adalah makhluk sosial.

      Wallahu a’lam

      Reply
  7. Hamba Alloh

    Assalamu’alaikum tadz.

    Ane mau bertanya Sabtu dan Minggu kemaren ana gak sholat zhuhur dan asar. dikarenakan saya ikut study tour bersama rekan2 kerja ke singapura, saya kaget di jadwal tidak ada jadwal sholat zhuhur dan asar sehingga saya tidak mengerjakan sholat tersebut. diwaktu zhuhur dan asar pada hari sabtu dan minggu tersebut di isi kegiatan duniawi semua, mau keluar dari rombongan mencari masjid takut kesasar. gimana solusinya tadz.
    Syukron Khatsiron Tadz sebelumnya wassalamu’alaikum.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Anda harus meng-qodho’ (mengganti) shalat yang anda tinggalkan tersebut secepatnta. Anda mengerjakan shalat zhuhur dan ashar tersebut dengan niat qadha’an lillahi ta’la.

      Wallahu a’lam

      Reply
        • Ridwan Shaleh

          HR.Bukhori, Muslim dari Anas bin Malik ra.: “Siapa yang lupa (melaksanakan) suatu sholat atau tertidur dari (melaksanakan)nya, maka kifaratnya (tebusannya) adalah melakukannya jika dia ingat”
          MUdah saja :

          1. Anda shalat zhuhur dua kali dengan niat qadha’
          2. Setelah shalat zhuhur qadha tersebut sudah anda lakukan, anda teruskan shalat ashar 2 kali dengan niat qadha’
          3. selesai.
          Kenapa shlatnya dua kali ? karena yang anda tinggalkan dua kali bukan, sabtu dan minggu ?

          Reply
  8. tika

    assalamualaikum wr.wb.
    ustadz / ustadzah yth, saya mau tanya. benarkah jarak antara dua haid itu minimal lima belas hari? adakah dalil2nya? saya bolak-balik googling, ketemunya begitu tapi tidak ada dalil yg menyertainya. dan dikatakan bahwa jika belum 15 hari dianggap bukan darah haid melainkan darah penyakit. sebab saya bingung, beberapa kali saya pernah mengalami 2x haid dalam sebulan, di mana jaraknya dekat sekali. dan rasanya (sakit perut dsb) sama seperti ketika haid. jadi saya ragu kalau menganggap itu bukan darah haid.

    mohon penjelasannya. terima kasih.
    wassalam

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumujs salam wr wb.
      Jika anda cari dalil tekstualnya memang tidak ada. Ada pun bilangan 15 hari adalah melalui istiqra’ (penelitian) para pakar fiqih. Mereka berijtihad dlam masalah ini dan disepakati oleh jumhur ulama.

      Jadi, ketika anda haid lebih dari 15 hari, maka hari ke 16 dst disebuit istihadhah. Pada hari ke-16 anda mandi wajib kemudian shalat sebagaimana biasa.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • tika

        oh baik.. tapi maaf ustadz, yg saya tanyakan adalah jarak di antara dua haid.. jadi saya habis haid satu minggu. dua belas hari kemudian sudah keluar flek lagi tapi sedikit sekali. saya cari2 di internet katanya jarak antara dua haid itu minimal 15 hari, jd kalau blm 15 hari dianggap bukan darah haid. bagaimana itu, apa benar spt itu?

        Reply
  9. Mira N.R

    Assalamualaikum Ustad, saya ingin bertanya. Saya memiliki hobi menggambar, dan saat saya tahu bahwa menggambar itu diharamkan, saya mencari dalil yang meringankan gambar saya itu. Lalu saya menemukan pendapat bahwa menggambar (makhluk hidup) diperbolehkan apabila hanya satu anggota tubuh dan atau jika gambar tersebut (bila diasumsikan gambar tsb bisa hidup) tidak memiliki anggota tubuh yang memungkinkannya hidup (gambar tidak lengkap), dan atau gambar tersebut tidak benar-benar menyerupai. Saat saya menemukan keringanan tersebut, saya kemudian melanjutkan hobi saya yaitu menggambar, namun saya hanya menggambar kepalanya saja atai sebagian tubuh yang tidak memungkinkan gambar saya hidup. Apakah perbuatan saya sudah benar? Atau saya harus total menghentikan hobi saya? Terimakasih atas jawabannya. Wassalamualaikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Para ulama berbeda pendapat masalah hukum gambar. Jumhur ulama sepkat bahwa yang diharamkan adalah membuat patung. Ada pun gambar animasi dan dua dimensi masih dibolehkan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  10. Dea

    Assalamualaikum, ustad sy mau bertanya adik sy mendaftarkan kedua org tua sy utkberhaji kedua kali tp ibu sy minta agar sy yg membayar ONH bapak ke adik krn permintaan ibu sy mengiyakan pdhl sy blm ada uang dan ijin dr suami wktu itu sy juga blm ada uang.kmdian bapak sy meninggal apakah sy msh berkewajiban menghajikan bapak sy? Mengingat sy blm ada uang yg cukup dan sy blm berhaji ditambah suami dr awal tdk setuju? Pertanyaan ini sllu ada d hati sy, terimakasih atas jawabannya..

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      1. Apakah almarhum bapak mewashiatkan anda untuk menghajikan jika beliau wafat ? jika iya, maka anda wajib menghajikannya jika anda mampu. Jika anda tidak mampu, maka anda belum wajib. Jika ternyata almarhum ayah tidk mewasiatkan hal itu, maka anda tidak wajib. Walau pun tidak wajib anda boleh saja membadalkan haji untuk beliau.
      2. Izin suami ? Apakah uang yang ingin anda bayarkan untuk ONH itu uang suami ? jika memang uang suami, maka anda tidak boleh membayarkannya kecuali dengan izin suami anda. Jika ternyata uang tersebut adalah memang uang anda, bukan uang suami, maka tentu anda boleh saja membayarkannya tanpa idzin suami anda.

      Wallahu a’lam

      Reply
  11. chairul

    Assalamu’alaikum. Ustadz saya mau bertanya apakah boleh seorang istri membuka hp suami, mohon jwbnnya terimakasih

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Tergantung, jika sebelumnya tidak ada perjanjian, maka istri boleh saja membuka hp suaminya. Jika ada kesepakatan, maka istri tidak boleh.

      Wallahu a’lam

      Reply
  12. sahdani kurniawan

    assalamualaikum.
    saya mau bertanya, bagaimana hukum menabung dan meminjam uang di bank konvensional pada saat bank syariah belum ada di indonesia.?

    Reply
  13. Eko priyanto

    assalamualaikum pak ustadz, saya mohon pencerahannya. bagaimana supaya doa dan hajat kita dapat cepat dikabulkan oleh allah swt, amalan selama ini saya melakukan sholat tahajud, sholat dhuha, dan sedekah…apakah dianataranya itu sudah cukup apa belum ya. terima kasih, wasalamualaikum warah matu lohhi wabaro katu.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika dilihat dari teorinya tentu iya. namun ada satu hal lagi, apakah yang kita makan dan kita pakai sehari-hari sudah benar-benar bebas dari sesuatu yang haram ? jika masih ada yang haram, maka hal tersebutlah yang memnghambat terkabulnya do’a.

      Wallahu a’lam

      Reply
  14. Cendana

    Assalamualaikum

    Ustadz saya ditawari kerja menjadi penulis artikel dan ternyata niche atau topik yang diminta adalah tentang gambling atau perjudian. dalam hal ini saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah berjudi dan tidak tahu secara mendalam tentang judi cara saya membuat artikel nanti adalah dengan mencari referensi atau sumber dari google. bolehkah saya menulis artikel demi mencari uang namun dengan topik gambling atau judi lalu bagaimana hukumnya dalam islam? Mohon pencerahan terima kasih

    Wassalamualaikum wr. wb

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus alam wr wb.
      Hukumnya boleh saja dengan syarat isi artikel tersebut menguak keburukan dan dampak negatif judi sehingga para pembaca menjauhi judi. Jika dilakukan sebaliknya, artinya membahas perjudian agar orang lain ikut berjudi, tentunya haram.
      W
      allahu a’lam

      Reply
  15. ali

    assalamualaikum wr.wb ustadz saya ingin bertanya . permasalahan yg sy alami saat ini. Saya mengenal wanita non islam sampai akhirnya kami memiliki seorang anak dr hasil hubungan gelap. wanita noni ini pada awalnya mengaku janda kpd sy. akan tetapi wanita ini ternyata memiliki suami yg beragama noni .dan sya pun telah menikah sirih dan wanita tersebut masuk islam. sedangkan wanita tersebut belum cerai. bagaimana sttus pernikahan sya. dan bagaimana nasib anak sy .dan apa sikap yg harus sy ambil .karena sang suami tdk akan mau bercerai dng wanita tersebut.mohon pencerahanny.trims

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Pernikahan anda tidak sah dan anak hasil hubungan gelap anda hanya bernasab kepada ibunya saja. Karena pernikahan tidak sah, sebaiknya sudah hubungan haram ini.

      Wallahu a’lam

      Reply
  16. Erni

    Assalamualaikum,
    hukum suami menjatuhkan talak 3 sekaligus dalam keadaan emosi dan tanpa sadar telah berkata seperti itu.
    Apa jatuh talak 3 atau talak 1?
    Sebelum nya suami belum pernah menalak

    Reply
  17. Holidah Lubis

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Mohon dibantu diberikan pencerahan atas pertanyaan saya, karena saya sudah buntu ingin bertanya kepada siapa, dan melalui apa saya harus menyampaikan hal ini.

    Saya merupakan seorang karyawati yang baru saja lulus kuliah sarjana saya dan sedang bekerja disebuah perusahaan swasta di Jakarta, tidak ada masalah dalam pekerjaan saya ataupun gaji dan rekan kerja. Belakangan ini hasrat saya untuk mempelajari agama islam jauh lebih kuat setiap harinya, sehingga membuat saya sangat ingin memuali dari yang sudah menjadi ketentuan seorang wanita, yaitu berhijab. Tapi bukan sembarang berhijab yang saya inginkan, saya ingin berhijab syar’i, akan tetapi permasalahan datang ketika mengutarakan niat tersebut, keluarga terutama orang tua saya dan keluarga lainnya, serta teman-teman terdekat saya yang seperti menyindir. Saya tahu bahwa Allah-lah yang diutamakan, akan tetapi kehidupan ini kita semua adalah makhluk sosial, yang tidak sanggup hidup sendiri, jika saya egois, sudah dari dulu saya tidak peduli dengan omongan orang, tapi saya tidak ingin membuat marah dan menyakiti perasaan orang-orang yang sangat saya sayangi. Bagaimanakah solusinya?

    dan juga dengan berhijab syar’i saya pun sangat ingin bekerja dilingkungan orang-orang yang menjunjung tinggi agama Allah SWT, sehingga saya dapat belajar dan menjalani kehidupan dunia sesuai aturan islam. Saya tidak mengatakan jika perusahaan tempat saya bekerja melarang wanita berhijab atau beribadah, tapi seperti pada umunya, interaksi dengan lawan jenis yang seakan biasa saja, saling goda sana goda sini, semakin hari membuat saya risih dan memohon kepada Allah agar diberikan petunjuk kemana arah yang seharusnya saya tuju.

    Jadi, pertanyaan saya adalah bagaimana menyikapi keinginan berhijab syar’i jika lingkungan terdekat tidak mendukung? dan haruskah saya mencari pekerjaan di suasana yang saya inginkan? jujur saja, saya tidak bermasalah dengan pendapatan yang saya dapatkan walau kecil yang penting halal dan berkah.

    Terima kasih.

    Wassalamualaikum Wr.Wb

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Berhijab adalah kewajiban seorang muslimah, bukan pilihan mau berhijab atau tidak.
      Karena sifatnya wajib, maka anda tidak dikatakan egois jika anda memenuhi kewajiban anda. Contoh saja shalat, apakah anda menilai diri anda egois ketika anda shalat sedangkan orang di sekeliling anda tidak suka. Sepertinya, anda hanya butuh ketegasan dari diri sendiri bahwa anda bukanlah seorang yang egois.
      Namun demikian, anda bisa memberikan pengertian kepada orang di sekeliling anda bahwa yang anda lakukan adalah menjalankan kewajiban Allah SWT. Sampaikan hal tersebut dengan cara yang paling baik. Ketika mereka mencibir atau terlihat nada tidak suka, anda harus sabar dan lama kelamaan mereka akan terbiasa dengan hijab anda.

      Ketika di kantor tidak mempermasalahkan anda berhijab, tentu hal itu membuat anda lebih nyaman.

      Saya do’akan semoga anda konsis dan istiwamah dengan hijab anda.

      Wallahu a’lam

      Reply
1 35 36 37